BRMP Babel Sosialisasikan PM-AAS di Desa Bukit Terap, Target Produktivitas 10 Ton per Ha
BANGKA SELATAN, 13 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian BRMP Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Sosialisasi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System PM-AAS di Desa Bukit Terap, Kabupaten Bangka Selatan, Senin 13 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penerapan teknologi budidaya padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Dr. Issukindarsyahh, S.P., M.Sc selaku Kepala Kelompok Substansi Kapoksi Pendampingan dan Modernisasi Pertanian beserta tim, Ketua Tim Kerja Katimker Penyuluh Kabupaten Bangka Selatan, Penyuluh Pertanian Lapangan PPL Desa Bukit Terap, serta para petani setempat.
Dalam pemaparannya, Kapoksi Pendampingan dan Modernisasi Pertanian menyampaikan tantangan teknis sekaligus strategi kunci dalam penerapan PM-AAS. Tanaman pada sistem PM-AAS rawan rebah karena faktor populasi dan jarak tanam yang sangat dekat serta karakteristik posisi tanamnya. Karena PM-AAS menggunakan metode Tanam Benih Langsung Tabela di permukaan tanah, penetrasi dan pertumbuhan perakaran cenderung kurang dalam.
Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut sekaligus mencapai target produktivitas optimal hingga 10 ton per hektare, pemilihan benih menjadi fondasi krusial. Petani disarankan menggunakan varietas unggul baru seperti Inpago 12, Cakrabuana, atau Inpari 42. Varietas-varietas pilihan ini terbukti memiliki kekuatan batang yang baik, adaptif, serta yang paling utama bukan merupakan inang endemik hama atau penyakit tanaman, seperti penyakit blas Pyricularia oryzae.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kombinasi aspek perawatan fisik dan nutrisi tanaman untuk memperkokoh jangkar akar permukaan. Metode gosrok dilakukan untuk membersihkan gulma dan membunbun, menggemburkan dan menimbun tanah di pangkal rumpun. Petani juga disarankan melakukan aplikasi pupuk silika cair. Unsur silika Si ini sangat vital pada sistem PM-AAS untuk mempertebal dinding sel, memperkuat jaringan mekanis batang, serta memberikan efek arsitektur tanaman yang tegak sehingga padi tidak mudah rebah meskipun perakarannya dangkal.
Melalui kegiatan ini, PPL dan para petani di Desa Bukit Terap diharapkan memiliki pemahaman yang sama serta mampu menerapkan teknologi PM-AAS secara utuh dan benar demi mendongkrak produksi padi serta mendukung pencapaian swasembada pangan di Kabupaten Bangka Selatan.